Tuesday, April 27, 2010

MANFAAT BLOGG BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Secara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang. Secara khusus pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup bertujuan untuk:

1. mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi;
2. merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya di masa datang;
3. memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas, dan;
4. mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.

Manfaat

Secara umum manfaat pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Jika hal itu dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan yang sudah ada dapat diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara bertahap.

kartini

ibukita kartini, putri sejati

putri indonesia, harum namanya

ibu kita kartini, pendekar bangsa

pendekar kaumnya untuk merdeka

wahai ibu kita kartini putri yang mulia

sungguh besar cita-citanya, bagi indonesia


kalian tau kan lagu itu? nah beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 21 april merupakan hari kelahirannya yang diperingati oleh seluruh warga indonesia sebagai hari dimana emansipasi wanita dimulai



Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Raden Ajeng Kartini berasal dari keluarga priyai atau kelas bangsawan jawa. Putri dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang seorang bupati jepara, dan Ibunya bernama M.A. Ngasirah yang seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kartini belajar bahasa belanda di ELS (Europese Lagere School), tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Kartini mendirikan sekolahnya di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.


Kartini membuat buku yang berjudul "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG"